Selasa, 01 Desember 2015

Main-main Mind - Girimadani Senter

"Main-main Mind" adalah kegiatan road to show the beautiful of Kulur-undercover, (hehe, gaya lah inggris-inggrisan).
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan para pemuda dan pelajar yang ada di Desa Kulur Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka kepada alam yang ada di lingkungan desanya.
Dari mengenali alam desanya sendiri yang demikian indah diharapkan tumbuh rasa cinta kepada tanah kelahiran dan lingkungannya.
Perjalanan ini adalah salahsatu bagian dari gerakan menghijaukan pola pikir sikap dan perilaku yang merupakan misi GirimadaniSenter sebagai sebuah komunitas yang peduli dan cinta serta penggerak kelestarian lingkungan hidup.
Gerakan penyadaran ini diusung dengan cara yang rekreatif dan gembira sehingga peserta tidak merasakan bahwa dirinya sedang dicekoki, di-brain wash oleh GirimadaniSenter untuk menjadi generasi penerus yang cinta lingkungan hidup lestari.

Perjalanan ini seperti perjalanan wisata ke alam yang nun jauh disana, padahal alam yang demikian indah ini ada di desa sendiri. Namun karena seringnya kita menganggap remeh apa yang kita miliki, maka selalu terjadi kita terlambat menyadari bahwa kita memiliki keindahan yang potensial untuk dinikmati secara bermartabat dan lestari. 
Tebing batuan cadas yang menjulang tinggi dengan air terjun menghiasi permukaannya benar-benar menghipnotis siapapun yang memandangnya, seakan berada di sebuah tempat yang entah dimana.
Air terjun ini terletak di Blok Cijurey Desa Kulur Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka Jawa Barat, sebuah lokasi yang berbatasan dengan areal hutan milik Perhutani. Air terjun (curug) ini berada sekitar 1 km di sebelah selatan permukiman kampung/blok Cijurey pada areal yang memiliki tofografi curam, ciri khas areal hutan lindung milik Perhutani.
Air terjun ini berada di sepanjang Sungai Cijurey yang mengalir dari puncak bukit menuju lembah dan membelah kampung Cijurey menjadi dua bagian. 
Di sepanjang Sungai Cijurey ini terdapat tiga buah air terjun yang indah, yaitu Air Terjun Situhiyang, Katumbiri dan Mahpar. Ketiga curug (air terjun) tersebut sangat indah, air mengalir diatas batuan cadas yang terhampar kokoh sebagai bagian dasar sungai, airnya yang sejuk walaupun tidak jernih, sangat memanjakan jiwa yang haus keindahan,  Tuhan memberikannya dengan gratis disini.
Lokasi ini awalnya biasa-biasa saja dan tidak dianggap istimewa oleh penduduk sekitarnya, namun entah siapa yang memotretnya untuk pertama kali dan menyebarkan keindahannya melalui media sosial, curug ini semakin dikenal orang dan semakin membuat orang ingin mengunjunginya. Kali ini sudah mulai ada pengunjung walaupun hanya sedikit, namun ini merupakan embrio dari tumbuhnya curug ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang potensial.

Untuk menjadi lokasi destinasi wisata yang beken memang tidak mustahil, namun ada beberapa hal yang menjadi tantangan sebelum benar-benar jadi destinasi wisata, antara lain : infrastruktur jalan menuju lokasi sangat perlu untuk ditingkatkan kualitasnya sehingga tidak membahayakan pengunjung, dan bahkan menambah kenyamanan pengunjung, demikian pula infrastruktur pendukung lainnya seperti tempat parkir, tempat istirahat maupun tempat makan pun perlu di-create agar menunjang kenyamanan pengunjung. Disamping itu pula, budaya pariwisata masyarakatnya juga perlu dipersiapkan agar tumbuh industri kreatif yang saling mendukung dengan adanya potensi wisata alam ini. 
Namun, curug indah ini sudah tercipta, keindahannya sudah terpublikasi, tentu tak harus menunggu semua infrastruktur pendukungnya siap terlebih dahulu untuk berkunjung kemari, datang sajalah, dengan niat baik dan tulus untuk menikmatinya, jaga keaslian dan keasriannya, mari pelihara titipan Tuhan ini dengan sepenuh jiwa, dan jangan coba-coba merusaknya!
Alam ini adalah pinjaman dari anak cucu kita, mari jaga dan lestarikan.
Salam.
GirimadaniSenter.


Sabtu, 28 November 2015

"Main-main Mind"

Sudah tidak sabar untuk destinasi besok di Curug Cijurey Kulur bersama All Lover Girimadani Senter (KT As-Salam, LKM Madani Mekar, KP Madani Mandiri, Barudak Baret Madani).
Semoga tumbuh rasa cinta, sebab rasa cinta lah yang akan menumbuhkan sikap positif lainnya terhadap desa tanah kelahiran...
Well come home mind-stranger....!

Senin, 07 September 2015

CIJUREY JADI DESTINASI WISATA, WELCOME TO CIJUREY KULUR....!

Cijurey adalah salah satu dusun yang termasuk dalam wilayah Desa Kulur Kecamatan Majalengka Kabupaten Majalengka. Lokasi blok ini terpisah sekitar 3 KM dari pusat desa dengan tofografi perbukitan, dan berbatasan dengan areal Perhutani. 
Dari Cijurey ini, tepatnya di lokasi yang dikenal dengan nama Jalan Cagak, kita dapat melihat kota Majalengka berada di bawah sana, sebuah pemandangan yang indah dan  menyejukkan siapapun yang memandangnya, karena hampatan hijau sepanjang mata memandang seakan memanjakan mata kita.
Disamping itu pula, di ujung kampung dan termasuk wilayah hutyan Perhutani terdapat 3 buah air tejun yang indah, yaitu Curug Situhiyang, Curug Mahpar dan Curug Katumbiri. Ketiga curug (air terjun) tersebut memang belum banyak dikenal oleh warga sekitar Majalengka sekalipun, padahal apabila dikembangkan menjadi tujuan wisata tentu tidak kalah menariknya dibanding dengan curug-curug lain yang ada di Majalengka.
Dengan potensi yang dimiliki tersebut, GirimadaniSenter mendorong masyarakat Cijurey untuk mengembangkan potensi wisata alam ini, dimulai dari mempromosikan dan menyiapkan sarana prasarana dan infrastruktur penunjangnya serta menyiapkan masyarakatnya untuk berbudaya pariwisata (asri, bersih, ramah, terbuka, berkarakter, amanah). 
Ini baru langkah awal, tapi langkah awal sangatlah penting,,,, 
Selanjutnya kami akan mengucapkan :
Visit Cijurey pleaseeee,,,
Welcome Cijurey - Kulur,,,,!


Selasa, 24 Maret 2015

Hari Air Sedunia

Beritahu sungai dan tebing-tebing
kabari hutan dan lembah-lembah
bila kita tak melakukan apapun untuk menyelamatkan dan melestarikan air!

Kadang lupa berterimakasih padahal setiap saat dihidupi air
sampai suatu kala, banjir dan kekeringan mengingatkan
bahwa kita tak bisa hidup tanpanya
bahwa kita bisa binasa karenanya,,,

(Selamat Hari Air)

Selasa, 10 Maret 2015

INILAH PUISIKU, MERAH-MARAHKU...!

Gunung-gunung megah tampak berdiri dengan gagah
Perkasa menyangga alam dengan hijaunya yang kukuh
Membuat pandangan mata jadi sesejuk embun
Dan tarikan nafas seringan kapas,  Oh,,,
Betapa nikmatnya hidup ketika udara dapat dihirup dengan bebas
tanpa batas

Itulah kemarin dan hari ini
Itulah mimpi manusia paling abadi
Namun entah esok atau lusa
Bulan depan atau tahun depan
Masihkah udara sesejuk, seringan dan sebebas kita hirup seperti hari ini?

Aku tak yakin,,,,,
Sebab esok kenyataan pahit akan meruntuhkan mimpi indah malam tadi
Pagi-pagi kudengar dari burung  hantu yang mulai gelisah
Para cukong dan perampok sedang berdiskusi dan sesekali tertawa
Menyusun rencana menukar kemerdekaan lingkungan kita dengan nafsu serakah mereka
Dibalik dinding-dinding gedung yang kedap suara, yang dibangun dari uang pajak sodara,,sodara dan sodara
  
Aku yakin,,,
Bila nanti pohon-pohon telah menjadi tiang-tiang mall yang menjulang
Bila bukit dan gunung tak lagi menjulang kokoh memaku bumi
Bila sawah-sawah tak lagi terhampar karena sudah jadi pelataran parkir
Puluhan bahkan ratusan ribu anak-anak kita
Takkan lagi mengenal padi yang setiap saat mereka makan
Takkan lagi mengenal pohon dan hutan yang udaranya mereka hirup setiap detik
Lantas, kalian mau berpangkutangan mendapati kenyataan
hak hidup anak-anakmu direnggut dari tanganmu sendiri?

 Bila saat itu tiba, aku bertanya
Kemanakah perginya mereka para cukong dan perampok
yang kemarin bergelimang harta bermandikan kemewahan
dari hutan yang mereka tebang
 dari sungai yang mereka cemari
dari mata air yang mereka hisap habis
dari tanah yang mereka kencingi
dari binatang yang mereka keringkan di ruang-ruang tamu?
Aku bertanya..... beranikah kau nyalakan nyalimu menjadi api?
  
Inilah puisiku
kegelisahan ditengah gelak-tawa orang-orang sesat pikir
yang bicara pemberdayaan dan pembangunan tapi tak berpihak pada lingkungan yang semakin sekarat
yang bicara pendidikan tapi tak menyentuh realitas kehidupan
apalah artinya

Inilah puisiku Tuhan,, sebuah bola api di mulutku
Sebab ketika mulutku meneriakkan lingkungan hidup
pada saat yang sama mataku melihat lingkungan berangsur mati
dirusak dan ditukar dengan rupiah yang semakin tak berarti
Aku marah, Tuhan, Aku marah...!



Persembahan Dari       : GirimadaniSenter

Untuk                            : Komunitas Pencinta Lingkungan Lestari

Senin, 05 Januari 2015

Sungai Kita Sungai Dunia































Sungai mengalir di depan mata setiap saat, seperti bukan apa-apa, seperti tak berarti apa-apa, karena terbiasanya mata kita memandangnya. Tapi sungai ternyata adalah salah satu sumber kehidupan, ini adalah sebuah ekosistem.
Cideres adalah salah satu sungai yang membelah Kabupaten Majalengka yang hulunya ada di Gunung Ciremai, menghidupi kehidupan di sepanjang daerah alirannya.
Sebelum sungai jadi sumber bencana, mari bersahabat dengan sungai dengan cara memelihara ekosistemnya.
Lihatlah betapa riangnya teman-teman dari Polandia, Marcin Babko, Martha, Hanna dan Kris, menikmati sungai Cideres di akhir Desember 2014.
Mari kita pelihara, sebab sungai kita sungai dunia.
Save and love the river.

KORUPMATIKA

Ah, istilah yang digunakan untuk judul di atas itu hanya karangan sekenanya saja, maksudnya sih "matematika korupsi".... Tujuann...